Inilah Cara Terapi Istigfar untuk Obat Asam Lambung

Posted on

Rosulullah bersabda: “Sesungguhnya agama itu mudah. Tidak ada seorangpun yang membebani dirinya di luar kemampuannya kecuali dia akan dikalahkan. Hendaklah kalian melakukan amal dengan sempurna (tanpa berlebihan dan menganggap remeh). Jika tidak mampu berbuat yang sempurna (ideal) maka lakukanlah yang mendekatinya. Perhatikanlah ada pahala di balik amal yang selalu kontinu. Lakukanlah ibadah (secara kontinu) di waktu pagi dan waktu setelah matahari tergelincir serta beberapa waktu di akhir malam.” (HR. Bukhari no. 39. Lihat penjelasan hadits ini di Fathul Bari)

terapi istigfar buat aslam

Batu keras, baja juga. Sedangkan air lembek. Sangat mustahil bisa menjadi tajam karena beda sifat. Itulah anggapan orang pada umumnya. Akan tetapi, sebuah pepatah lama pun sudha menjawab, bahwa air bisa menghancurkan batu ketika dia menetes terus menerus. Minimal akan menjadi berlubang.

Nah, penemuan terbaru, bahkan lebih menarik. Air ternyata bisa digunakan sebagai pengganti pisau atau semisalnya. Bisa digunakan untuk memotong. Caranya, air ini disemprotkan dengan tenaga yang sangat besar. Dan dikeluarkan melalui alat khusus, sehingga air akan tipis seperti pisau. Banyak banget video di Youtube yang mengulas soal teknologi itu.

Baca juga:

Ajaib bukan?

Iya, Allah menurunkan penyakit pasti menurunkan obatnya.

“Aku pernah berada di samping Rasulullah. Lalu datanglah serombongan Arab dusun. Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bolehkah kami berobat?” Beliau menjawab: “Iya, wahai para hamba Allah, berobatlah. Sebab Allah I tidaklah meletakkan sebuah penyakit melainkan meletakkan pula obatnya, kecuali satu penyakit.” Mereka bertanya: “Penyakit apa itu?” Beliau menjawab: “Penyakit tua.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi, beliau berkata bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikhuna Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i menshahihkan hadits ini dalam kitabnya Al-Jami’ Ash-Shahih mimma Laisa fish Shahihain, 4/486)

Syaikhul Islam Ibnul Qayyim -rahimahullahu- dalam kitabnya Zadul Ma’ad, berkata,

“Al-Qur`an adalah penyembuh yang sempurna dari seluruh penyakit hati dan jasmani, demikian pula penyakit dunia dan akhirat. Dan tidaklah setiap orang diberi keahlian dan taufiq untuk menjadikannya sebagai obat. Jika seorang yang sakit konsisten berobat dengannya dan meletakkan pada sakitnya dengan penuh kejujuran dan keimanan, penerimaan yang sempurna, keyakinan yang kokoh, dan menyempurnakan syaratnya, niscaya penyakit apapun tidak akan mampu menghadapinya selama-lamanya. Bagaimana mungkin penyakit tersebut mampu menghadapi firman Dzat yang memiliki langit dan bumi, yang seandainya diturunkan kepada gunung, maka ia akan menghancurkannya. Atau diturunkan kepada bumi, maka ia akan membelahnya. Maka tidak satu pun jenis penyakit, baik penyakit hati maupun jasmani, melainkan dalam Al-Qur`an ada cara yang membimbing kepada obat dan sebab (kesembuhan) nya.” (Zadul Ma’ad, 4/287)

Istigfar, akan lebih mustajab ketika Anda membacanya secara continue. Memang, sebaiknya jangan dibatasi. Tapi, hidup di tengah kota besar, biasanya sering lupa. Makanya, rutinkan membaca istigfar sebagai terapi penyakit pada 2 waktu ini:

  • Pagi
  • Petang
  • Mau tidur

Waktu pagi, memiliki banyak manfaat. Di sanalah, kehidupan dimulai. Sehingga, untuk menjangkau kesembuhan dengan baik, hendakny Anda memanfaatkan waktu pagi dengan maksimal. Ya, jika Anda bertanya kepada dokter pun, pasti akan dilarang untuk tidur di waktu pagi.

Pagi hari juga menjadi waktu terbaik untuk banyak hal. Rosulullah mendoakan keberkahan pada waktu pagi. Sahabat Sokhr Al-ghomidy meriwayatkatkan sebuah doa,

“Ya Allah berkahilah ummatku di waktu pagi” (HR. Abu Daud no. 2606. Hadits ini dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud)

Ibnu Baththol mengatakan, “Hadits ini tidak menunjukkan bahwa selain waktu pagi adalah waktu yang tidak diberkahi. Sesuatu yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (pada waktu tertentu) adalah waktu yang berkah dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebaik-baik uswah (suri teladan) bagi umatnya. Adapun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhususkan waktu pagi dengan mendo’akan keberkahan pada waktu tersebut daripada waktu-waktu yang lainnya karena pada waktu pagi tersebut adalah waktu yang biasa digunakan manusia untuk memulai amal (aktivitas). Waktu tersebut adalah waktu bersemangat (fit) untuk beraktivitas. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhususkan do’a pada waktu tersebut agar seluruh umatnya mendapatkan berkah di dalamnya.” (Syarhul Bukhari Libni Baththol, 9/163, Maktabah Syamilah)

Keutamaan waktu pagi juga disebutkan oleh Abu Hurairah. Dalam sahih Bukhari dijelaskan,

“Sesungguhnya agama itu mudah. Tidak ada seorangpun yang membebani dirinya di luar kemampuannya kecuali dia akan dikalahkan. Hendaklah kalian melakukan amal dengan sempurna (tanpa berlebihan dan menganggap remeh). Jika tidak mampu berbuat yang sempurna (ideal) maka lakukanlah yang mendekatinya. Perhatikanlah ada pahala di balik amal yang selalu kontinu. Lakukanlah ibadah (secara kontinu) di waktu pagi dan waktu setelah matahari tergelincir serta beberapa waktu di akhir malam.” (HR. Bukhari no. 39. Lihat penjelasan hadits ini di Fathul Bari)

Hadis di atas juga menjadi dasar, saya merekomendasikan Anda untuk membaca istigfar. Karena banyak ulama menyebutkan, hadis di atas adalah ulasan mengenai keutamaan waktu.

Syaikh Abdurrahmanbin bin Nashir As Sa’di mengatakan bahwa inilah tiga waktu utama untuk melakukan safar (perjalanan) yaitu perjalanan fisik baik jauh ataupun dekat. Juga untuk melakukan perjalanan ukhrowi (untuk melakukan amalan akhirat). (Lihat Bahjah Qulubil Abror, hal. 67, Maktbah ‘Abdul Mushowir Muhammad Abdullah)

Keutamaan pagi juga disebutkan dalam alquran. Serta menjadi waktu yang diperintahkan Allah untuk berdzikir, salat dhuha. Dan memulai untuk berdagang atau ikhtiar dunia.

Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. (QS.Al-ahzab:41-42)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya.”

Dalam konferensi British Psychological Society, Huber menjelaskan alasan mengapa yang rutin bangun pagi lebih beruntung dan punya kualitas hidup lebih baik. Hal itu merujuk pada fakta bahwa melakukan tugas-tugas rutin di pagi hari dan mengurus anak di saat yang tepat justru membantu membuat tubuh menjadi lebih bugar di tengah ketatnya kehidupan modern.

Kemudian yang kedua; petang. Waktu petang memiliki keutamaan tidak kalah menarik dari waktu pagi. Nabi Zakariya diperintahkan Allah untuk berdzikir di petang dan pagi.

Berkata Zakariya: “Berilah aku suatu tanda (bahwa isteriku telah mengandung)”. Allah berfirman: “Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari”. (QS. Ali-imran: 41)

Ketiga adalah akhir malam. Ini banyak sekali keutamaan. Bahkan akhir malam terakhir menjadi waktu mustajab untuk berdoa. Dan sekarang, saya ajak Anda untuk melakukan terapi istigfar di akhir malam terakhir atau sebelum tidur. Sudah paham? Mari kita laksanakan.

Istigfar di Pagi Hari

Mulai dari bangun pagi. Anda bisa menjadwalkan bangun di jam 4 atau sebelum subuh. Kemudian, jangan makan apapun kecuali yang manis seperti madu, kurma. Jangan makan manis yang buatan. Lalu, berangkat ke masjid untuk salah subuh. Usahakan jalan kaki. Sesampai di masjid, salat sunnah wudhu, kemudian salat tahyatul masjid. Sertakan dengan salat sunnah 2 rakaat sebelum subuh, yang disebut sunnah fajar, seperti yang dilakukan oleh Nabi.

“Dua raka’at shalat sunnah fajar lebih kucintai daripada dunia seluruhnya” (HR. Muslim no. 725)

“Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim no. 725)

Imam Nawawi mengatakan, “Shalat sunnah Shubuh tidaklah dilakukan melainkan setelah terbit fajar Shubuh. Dan dianjurkan shalat tersebut dilakukan di awal waktunya dan dilakukan dengan diperingan. Demikian pendapat Imam Malik, Imam Syafi’i  dan jumhur (baca: mayoritas) ulama.” (Syarh Shahih Muslim, 6: 3).

Usai salat subuh, tahan diri Anda, lalu dzikir seperti biasa. Bertahan di masjid sampai terbitnya matahari. Dan kemudian salat syuruq. Setelahnya, ditambah dengan salat dhuha dan bacalah istigfar 100 kali.

Istigrar seperti apa yang bisa dipakai? Bebas. Asalkan sesuai dengan sunnah nabi atau ada dasar hukumnya. Beberapa contohnya simak di bawah ini.

“Astaghfirullâh” (HR. Muslim)

“Astaghfirullôhal ‘azhîm alladzî lâ ilâha illâ huwal hayyul qoyyûm wa atûbu ilaih” (HR. Tirmidzi dan dinilai sahih oleh al-Albani)

“Allôhumma anta robbî lâ ilâha illa anta kholaqtanî wa anâ ‘abduka wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’ûdzubika min syarri mâ hone’tu, abû’u laka bini’matika ‘alayya, wa abû’u bi dzanbî, faghfirlî fa innahu lâ yaghfirudz dzunûba illa anta”. (HR. Bukhari)

“Rabbighfirli, wa tub ‘alayya, innaka Anta At-Tawwabur-Rahim” ( HR.  Abu Daud, At Tirmidzi, dan Ahmad)

“Subhanaka, Allahumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaha illa Anta, astaghfiruka, wa atubu ilaik”. (hr. Abu Dawud, An Nasa’I, Ath Thabrani, dan Al Hakim)

Baca salah satu dari lafadz di atas. Bisa paling simple, bisa paling mudah diingat. Kalau mau lebih afdhol, bacalah sayyidul istigfar. Seprerti di bawah ini.

“Allôhumma anta robbî lâ ilâha illa anta kholaqtanî wa anâ ‘abduka wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’ûdzubika min syarri mâ shona’tu, abû’u laka bini’matika ‘alayya, wa abû’u bi dzanbî, faghfirlî fa innahu lâ yaghfirudz dzunûba illa anta”. (HR. Bukhari)

Terapi kita belum selesai. Karena setelah ini masih ada lagi yang lainnya. Yang jelas, lakukan atau baca istigfar dengan pelan. Pelan saja, resapi dan pahami artinya. Serta pasrahkan diri kepada Allah. Soal pasrah begini, ada sebuah kisah menarik yang akan saya berikan kepada Anda. Begini kisahnya.

Ada seorang wanita divonis kanker payudara. Sudah sangat parah, karena sudah keluar nanah. Dan sudah sangat menjijikkan. Dokter memvoonis usianya tinggal beberapa bulan lagi. Si wanita berujar kepada suami, “Bisakah aku ke Mekkah untuk Umrah? Sekali saja seumur hidup sebelum aku mati.” Begitu ujarnya.

Sang suami mengizinkan. Dia pun membawa istrinya untuk umrah. Karena memang sudah tidak bisa jalan, maka istrinya dibawa dengan kursi roda. Sesampai di sumur zam-zam suami mengatakan, “Cucilah payudaramu dengan air zam-zam. Dan bersihkan!” lalu sang suami meninggalkannya, agar ia bisa ibadah dengan khusyuk. Karena umrah visanya 1 bulan, maka selama 1 bulan si wanita selalu melakukannya.

Kepasrahan si wanita kepada Allah membuahkan hasil. Satu bulan ia mencuci payudaranya dengan air zam-zam, kankernya hilang. Bahkan ia sembuh. Ajaib bukan? Tentu saja. Karena ini adalah kisah mengenai mukjizat air zam-zam tentu saja sudah sangat mashyur. Nah, istigfar adalah permintaan ampun kepada Allah. Makanya, jika tidak disertai dengan pasrah kepada-Nya, tentu saja akan sulit. Istigfar pagi dengan pasrah. Kemudian rasakan faidahnya.

Istigfar di pagi hari, akan membuka semangat, dan kekuatan. Bahkan, Anda akan merasa lebih fresh dan lebih baik. Sebagaimana yang sudah dijelaskan di muka, kalau istigfar benar-benar bisa membuat badan menjadi semakin kuat. Kemudian kita lanjut terapinya yuk. Anda bisa sih membaca istigfar di siang hari, antara jam 12 sampai jam 13 atau jam 1 siang. Namun, akan lebih baik jika Anda teruskan di senja hari. Karena lebih besar dan lebih jelas manfaatnya. Waktu pagi, atau ketika Anda berdzikir tidak harus disertai dengan dhuha. Bisa jadi, ketika Anda sudah selesai subuh, lalu berdzikir ini lebih baik. Karena waktu pagi adalah sampai terbitnya mentari atau sekitar jam 5 lebih sedikit.

Istigfar di sore hari

Menurut syaikh Abu ‘Abdil Baari, waktu sore atau petang adalah setelah tenggelam matahari sampai tengah malam. Beliau berkata, “Aku sedikit menambah penjelasan mengenai akhir waktu dzikir petang. Sependek pengetahuanku, tidak ada dalil shahih dan sharih (tegas) yang mungkin dijadikan sandaran (khusus) tentang pembahatan akhir waktu dzikir petang. Oleh karenanya, kita mesti merujuk pada dalil syar’i yang sifatnya umum. Karena dari dalil umum tersebut, kita bisa mendapat isyarat atau petunjuk akan masalah itu sehingga bisa membantu dalam menentukan akhir waktu dzikir petang”

Imam syafii menfasirkan Ar-rum ayat 17 dalam Ahkamul Qur’an (1/ 57), yang dimaksud waktu petang adalah antara magrib dan isya. Tapi, ada juga yang berpendapat dari waktu setelah masuk asar sampai magrib. Artinya, Anda bebas memilih salah satu dari sekian pendapat ulama yang ada.

Dzikir  sore atau petang yang saya anjurkan, tentu saja bukan tanpa dasar hukum. Karena saya mengambil dari keumuman ayat di bawah ini.

Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh. Dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu Zuhur. (QS. Ar-rum: 17-18)

Lalu kapan istigfar dibaca?

Pertama jika Anda lupa membaca setelah salat ashar, bisa baca istigfar antara magrib dan isya dengan jumlah 100 kali atau bisa lebih. Karena namanya juga terapi. Sehingga Anda semakin banyak membaca akan lebih baik. Ibarat pisau, akan semakin tajam.

Untuk lafaz lebih baik baca sayyidul istigfar berikut.

“Allôhumma anta robbî lâ ilâha illa anta kholaqtanî wa anâ ‘abduka wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’ûdzubika min syarri mâ shona’tu, abû’u laka bini’matika ‘alayya, wa abû’u bi dzanbî, faghfirlî fa innahu lâ yaghfirudz dzunûba illa anta”. (HR. Bukhari)

Kenapa harus sayyidul istigfar? Begini. Dia adalah rajanya istigfar. Dan keutamaannya sebagaimana hadis berikut.

“Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga. (HR, Bukhari)

Selain bermanfaat untuk mengobati penyakit, dia juga bisa mengantarkan Anda ke surga. Karena rosulullah mengabarkan demikian. Dan sebagai seorang muslim, kita harus beriman kepada berita yang disampaikan oleh nabi Muhammad ‘alaihi shalatu wassalam.

Istigfar Sepertiga Malam Akhir

Ada beberapa waktu di sepertiga malam yang sangat baik untuk istigfar. Salah satunya disebutkan di bawah ini.

“Rabb kami Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia setiap malam saat tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman: siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan doanya, siapa yang meminta kepada-Ku maka Aku akan beri permintaannya, dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku niscaya Aku ampuni dia.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ibnu Hajar menjelaskan, “Bab yang dibawakan oleh Al Bukhari menerangkan mengenai keutamaan berdoa pada waktu tersebut hingga terbit fajar Shubuh dibanding waktu lainnya.” (Fathul Bari, 11/129)

Ibnu Baththol berkata, “Waktu tersebut adalah waktu yang mulia dan terdapat dorongan beramal di waktu tersebut. Allah Ta’ala mengkhususkan waktu itu dengan nuzul-Nya (turunnya Allah). Allah pun memberikan keistimewaan pada waktu tersebut dengan diijabahinya doa dan diberi setiap  yang diminta.” (Syarh Al Bukhari, 19/118)

Hadis di bawah ini juga jadi kabar gembira untuk Anda yang ingin sembuh dari penyakit. Mari kita simak.

“Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malamnya.” (HR. Muslim no. 757)

Nah, jadwalkan untuk bangun pada sepertiga malam akhir. Kapan sih waktunya? Begini, waktu malam dihitung dari tenggelamnya matahari atau saat Maghrib hingga terbit fajar Shubuh. Sekarang kita hitung saja, kalau Maghrib jam 6 sore, dan waktu Shubuh pukul 4 pagi, berarti waktu malam ada sekitar 10 jam. Pertengahan malam berarti jam 11 malam. Sedangkan sepertiga malam terakhir dimulai kira-kira jam 1 dinihari. Tidak usah terlalu awal, bisa salat tahajud jam 3.30 atau 30 menit sebelum subuh. Kemudian bacalah istigfar sambil menunggu waktu subuh tiba.

Istigfar seperti apa yang dipakai?

Silakan pilih salah satu lafaz di bawah ini. Meski dari keutamannya, saya menyarankan untuk membaca sayyidul istigfar saja.

“Astaghfirullôhal ‘azhîm alladzî lâ ilâha illâ huwal hayyul qoyyûm wa atûbu ilaih” (HR. Tirmidzi dan dinilai sahih oleh al-Albani)

“Allôhumma anta robbî lâ ilâha illa anta kholaqtanî wa anâ ‘abduka wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’ûdzubika min syarri mâ hone’tu, abû’u laka bini’matika ‘alayya, wa abû’u bi dzanbî, faghfirlî fa innahu lâ yaghfirudz dzunûba illa anta”. (HR. Bukhari)

“Rabbighfirli, wa tub ‘alayya, innaka Anta At-Tawwabur-Rahim” ( HR.  Abu Daud, At Tirmidzi, dan Ahmad)

“Subhanaka, Allahumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaha illa Anta, astaghfiruka, wa atubu ilaik”. (hr. Abu Dawud, An Nasa’I, Ath Thabrani, dan Al Hakim)

Rutinkan istigfar di tiga waktu tersebut. Tentu saja, Anda harus mengubah pola hidup. Karena pola hidup akan membawa dalam kebaikan, kesehatan. Seorang Sinse yang menggeluti pengobatan klasik pernah mengatakan sebagai berikut,

“Jika Anda memiliki pola hidup, maka ketika sakit tidak perlu pola makan. Namun jika Anda hanya punya pola makan, saat sakit Anda butuh pola hidup”

Hal itu yang disebut dengan 3P. Iya, Pola pikir, pola hidup, pola makan. Karena hampir semua penyakit berasal dari makanan. Sekarang, ketika Anda sakit, Anda juga harus memperbaiki makanan yang ada. Jangan focus ke obat kimia saja. Karena kimia hanya akan membawa efek samping, sedangkan pola makan tidak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *