Obat Asam Lambung dengan Istifgar, Ternyata Begini Alasannya

Posted on

Hidup untuk ibadah, atau ibadah agar hidup? Bagi mereka yang memiliki kecenderungan pada dunia, tentu saja ibadah adalah sebuah sampingan. Karena mereka memiliki orientasi carilah dunia sebanyak mungkin, akhirat seminimal mungkin. Kita begitu dekat dengan Allah ketika masalah datang, begitu jauh dari Allah saat merasa senang. Sadar atau tidak, kita sudah menghianati perjanjian dengan sang pencipta soal misi kehidupan kita.

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Q.S Adz-dzariyyat: 56)

Beberapa tahun lalu, saya menulis sebuah buku sains islam. Isinya sih lebih condong kepada kesehatan. Saya menulis buku tersebut, karena sebuah kejadian yang tidak disangka. Karena senyuman. Iya, senyuman.

Cara mengobati asam lambung kronis

Jadi ceritanya, saya naik bus. Dan saya terlena karena senyuman seorang gadis. Senyuman itu terjadi beberapa tahu sebelumnya. Sudah 2 tahun saya masih ingat. Pertanyaan saya ketika itu kenapa senyuman bisa begitu menghipnotis? Bahkan saya kebabalasan naik bus, yang harusnya turun, justru tidak. Ini kan sebuah kasus.

Kenapa senyuman bisa sampai berpengaruh begitu? Bahkan senyuman Monalisa, usianya ratusan atau mungkin ribuan tahun. Sampai saat ini diteliti dan dianalisis. Berbagai spekulan muncul soal itu. Nah, apakah Anda juga pernah berfikir begitu?

Dari pertanyaan kepada diri sendiri, saya dapatkan beberapa jawaban, berikut jawabannya:

  1. Senyuman mendatangkan ketenangan dan memengaruhi alam bawah sadar
  2. Senyuman membawa pengaruh kepada otak dan mengeluarkan Endorphine
  3. Senyuman adalah ibadah ringan, namun manfaat super besar

Dari tiga jawaban di atas, saya focus kepada dua hal, yakni nomor 2 dan 3.  Ternyata, senyuman adalah ibadah ringan, namun membawa manfaat besar. Jadi, kalau diurutkan adalah sebagai berikut: Ibadah yang bisa membawa dalam kesehatan, karena keluarnyaa endorphine.

Senyuman ada dalam hadis. Dia membawa dampak luar biasa bagi kesehatan. Ini hadis soal perintah tersenyum.

“Tersenyum ketika bertemu dengan saudara kalian adalah termasuk ibadah.”  (At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Al-Baihaqi.)

Islam sangat menghormati dan menjunjung tinggi kebaikan. Bahkan senyuman di wajah, disebut sebagai sedekah.

”Sesungguhnya pintu-pintu kebaikan itu banyak: tasbih, tahmid, takbir, tahlil (dzikir), amar ma’ruf nahyi munkar, menyingkirkan penghalang (duri, batu) dari jalan, menolong orang, sampai senyum kepada saudara pun adalah sedekah.” (HR. Dailami)

Dokter Patch Adam, bahkan menciptakan metode ruang tawa, untuk menyembuhkan pasien. Awalnya sih ditentang banyak pihak. Apalagi sebagai seorang dokter, yang notabene harus selalu sesuai dengan jalan medis. Namun, apa yang terjadi, metode ruang tawa ini kemudian diklaim dan ditiru oleh banyak pihak.

Saya ingat sekali, ketika pertama kali membaca soal ini. Bahkan, metode ini sudah difilmkan juga. Ruang tawa, sebenarnya bukanlah hal baru. Katena dia diciptakan untuk memaksa endorphine dalam tubuh keluar.

Kronologi serta korelasi badah dan kesehatan, sebenarnya mudah saja. Kita ambil contoh senyuman. Perintah agar tersenyum sudah saya jelaskan di depan. Kronologinya begini.

Ketika Anda tersenyum, maka otot wajah akan rileks. Dan dari sini, kondisi tubuh akan santai. Kemudian, keadaan santai ini akan meredakan stress, tahu apa yang terjadi? Hormone endorphine keluar. Hormone ini bertanggung jawab sebagai penguat daya tahan tubuh atau yang berkaitan dengan Imun tubuh. Jika imun menguat, Anda akan sehat. Mudah kan?

Psikolog Dacher Keltner, PhD, dan Lee Anne Harker, PhD selama 30 tahun di  University of California, Berkeley membuat sebuah riset. Foto mahasiswa dari dua tahu kelulusan dibandingkan. Dan ternyata, mereka yang ketika lulus dan ketika difoto tersenyum lebih panjang usianya.

Dokter Prapti Utami, spesialis herbal yang tinggal di Jakarta, pernah mengatakan kalau senyuman akan membawa dalam kondisi rilek. Kondisi inilah yang akan merangsang keluarnya hormone anti stress. Dan jika dia sudah keluar, maka tubuh akan  jadi sehat. Kalau bicara soal keutamaannya, sangat banyak. Ada banyak sekali contoh ibadah yang bisa mendatangkan kesehatan. Semua ibadah dalam islam, selalu membawa hikmah.

Katakanlah: “Taat kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling Maka Sesungguhnya kewajiban Rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. dan tidak lain kewajiban Rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang”. (QS. An-nur:54)

Kajian mengenai ibadah dan kesehatan tidak pernah berhenti. Tidak sedikit non muslim, yang kemudian masuk islam karena meneliti korelasi tersebut. Kisah mengenai Baron Omar Rolf von Ehrenfels, mungkin adalah satu dari sekian juta orang yang kemudian memutuskan masuk islam, karena penelitian ilmiah soal ibadah.

Anda tahu, siapa Baron Omar?

Dia adalah seorang psikiater berkebangsaan Austria. Nama aslinya Prof. Dr. Leopold Werner von Ehrenfels. Iya, dia professor di bidang Psikiater. Masuk islam pada tahun 1927. Dan kemudian mengubah namanya menjadi Baron Omar. Karena ia ingin menyempurnakan keislamannya. Meski sebenarnya syarat sempurnanya islam bukanlah mengganti nama lahir, namun kea rah keyakinan dan perbuatan saja.

Baron adalah segelintir ilmuwan yang kemudian mendapatkan petunjuk dari Allah, akan hikmah perintah ibadah. Jika diteliti, semua bentuk ibadah dalam islam ada kaitannya dengan kesehatan, motivasi, mental dan semisalnya. Intinya sih mudah saja. Sabar, dan jalani saja perintah Allah dan rosul-Nya, keajaiban akan terjadi.

Dalam penelitian Baron, ia mengemukakan tentang apa yang menjadi motivasi meneluk agama islam. Perjalanannya menuju Islam juga ditempuhnya dengan meneliti tentang wudhu sebelum melakukan shalat. Dari hasil temuannya, ia menemukan fakta terkait dengan pusat-pusat syaraf yang paling peka dari tubuh manusia.

Pusat-pusat syaraf yang paling peka itu berada di dahi, tangan, dan kaki, di mana pusat syaraf ini sangat sensitif bila terkena air. Apabila seseorang senantiasa membasuh dengan air pada pusat-pusat syaraf tersebut, maka ini bisa memelihara kesehatan dan keselarasan pusat syarafnya. Hal ini, adalah bukti benarnya isi alquran.

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub Maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh  perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, Maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. (QS: Al-maidah:6)

Kisah Leopold dan Wudhu, mirip dengan wanita dari Amerika Serikat berikut. Dr. Fidelma O’Leary mendapatkan penghargaan Woman of Spirit tahun 2012. Ia adalah seorang Professor Biologi di Universitas St. Edward di Austin, Texas, Amerika Serikat. Wanita asli Texas yang berprofesi sebagai Professor Neurosains di Universitas Texas ini, telah menemukan kedamaian dalam Islam.

Dr. Fidelma, yang juga sebagai seorang Dokter Neurologi di sebuat rumah sakit di AS, terpukau ketika melakukan kajian terhadap syaraf-syaraf di otak manusia. Satu hal yang membuat dia terpukau adalah ketika mengetahui bahwa terdapat beberapa urat syaraf manusia yang tidak dimasuki darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan suplai darah agar bisa berfungsi secara normal.

Setelah mengadakan penelitian dengan seksama dan memakan waktu yang lama, Dr. Fidelma akhirnya mendapati kenyataan bahwa urat-urat syaraf di otak itu tidak dimasuki darah kecuali bila seseorang sedang shalat, yakni ketika posisi sujud. Ternyata urat syaraf itu memerlukan darah hanya beberapa saat saja, yakni ketika seseorang shalat.

Setelah penelitian itu, Dr. Fidelma mencari tahu tentang Islam, lewat buku-buku keislaman dan diskusi dengan rekan-rekannya yang Muslim. Dan akhirnya, dengan kesadaran penuh, Dr. Fidelma mengikrarkan keislamannya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. Allah SWT berkenan memberinya hidayah atau petunjuk pada iman. Keyakinannya pada agama Islam yang baru dianutnya itu demikian besar.

Faktanya orang-orang yang rajin beribadah jarang sakit, berdasarkan hasil studi yang berbeda di universitas Duke, Dartmouth, dan Yale. Berikut ini beberapa hasil penelitiannya:

  1. Orang yang jarang beribadah, ketika sakit dan dirawat di rumah sakit akan memakan waktu rata-rata tiga kali lebih lama dibandingkan orang yang rajin ke ibadah.
  2. Jantung seorang pasien yang jarang atau tidak pernah ke beribadah, 14 kali lebih terancam mati saat operasi.
  3. Orang tua yang jarang atau tidak pernah beribadah 2 kali lebih berisiko terkena stroke, dibandingkan yang rajin.
  4. Di Israel, orang-orang Yahudi yang religius memiliki tingkat kematian lebih rendah 40% dari penyakit kardiovaskular dan kanker.

Harold Koenig, MD, profesor obat dan psikiater dari Duke, sekaligus penulis buku mega best seller, Handbook of Religion and Health, mengatakan, ibadah bukan hanya memiliki efek ilahiyah, namun kesehatan lahir dan batin. Karena orang yang lebih dekat kepada Tuhan, ia memiliki cara tersendiri untuk lepas dari ingar bingar dunia. Berbeda dengan orang yang jauh dari ibadah, ia selalu dipenuhi dengan masalah dan permasalah. Semua itu berkumpul hingga menjadikan hati dan pikiran sibuk. Padahal, tubuh sama dengan mesin, jika tidak dihentikan, atau dikasih jeda akan panas dan kemudian rusak.

Lalu, jika salat kan jelas, ada gerakan. Maka wajar kalau bisa mendatangkan kesehatan. Wudhu pun jelas, ia Nampak. Bagaimana ibadah ringkas dalam islam bisa berefek mengejutkan bagi tubuh?

Pertanyaan itu, mungkin terlintas dalam diri Anda juga. Iya, memang kadang kita bertanya, bahkan tidak percaya atau setengah percaya saja dengan berita seperti itu. Jadi, mari kita bahasa lebih detail, kenapa istigfar bisa bermanfaat bagi tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *